πŸ•― Lampu Malam | 11 Juni 2025

Hari ini aku gak sempat nulis apa-apa karena capek banget… jadi langsung tidur. Tapi sekarang, setelah ingat-ingat lagi, ternyata ada banyak hal kecil yang layak disimpan sebagai cerita.


Aku bangun agak siang, mungkin sekitar jam 9. Hari itu penuh dengan percakapan—bukan yang berat atau penuh argumen, tapi obrolan yang terasa kaya. Sepagian aku banyak chatting-an sama Dhila dan Jihan.

Dhila selalu menarik. Ada semacam daya tarik yang membuatku ingin terus terkoneksi dengannya. Bukan cuma karena personalitinya, tapi karena masukan-masukannya tuh... benar-benar dari luar pikiranku. Kadang kayak disadarkan hal-hal yang gak kepikiran sebelumnya. Sementara Jihan, kami banyak ngobrol karena besok rencananya mau ketemuan.


Aku masuk kerja siang, mulai dari jam 13. Dan jujur aja, itu hari yang… sepi. Dapur udah rapi banget karena semalam baru beres GC, jadi gak ada banyak yang bisa dikerjain. Di satu sisi, jadi terlihat kayak gak produktif. Tapi sisi lainnya, ya... bisa pulang lebih cepet. Lumayan, hahaha.


Malamnya juga ada obrolan santai bareng teman-teman kerja. Gak ada topik spesifik, tapi hangat aja rasanya. Lelah di badan tapi ringan di hati. Aku pun pulang dan langsung terkapar tidur karena ya... lelah banget. Bahkan rencana obrolan bareng Dhila pun batal karena dia ketiduran juga. Jadi kami sama-sama tumbang malam itu. Lucu juga.

Comments

Popular posts from this blog

πŸ•―️ Lampu Malam | 23 Juni 2025

πŸ•― Lampu Malam | 18 Juni 2025

πŸ•― Lampu Malam | 21 Juni 2025