🕯 Lampu Malam | 19 Juni 2025

Hari ini terasa panjang. Dimulai dari dini hari setelah main Magic Chess, aku mendadak sadar: kenapa tulisan yang udah jadi belum juga diposting? Dalih soal device langsung muncul, tapi malam itu juga aku bantah sendiri. Canva di HP memang ribet, tapi bukan alasan untuk nggak jalan. Akhirnya kupegang juga HP itu, dibuka Canva, dan kuolah carousel-nya sampai jadi. Kesel? Iya. Tapi selesai juga. Dan itu cukup bikin lega.

Tidur baru bisa jam 4 pagi, bangun pun kesiangan jam 9. Mandi, siap-siap kerja, dan berangkat. Di tempat kerja, langsung disambut kenyataan topi kerjaku bau dan lembap. Harusnya kemarin dicuci dan dijemur. Tapi ya udah, nanti malam kuurus. Topi cadangan ada sih… tapi entah di mana. Harus dicari.

Hari ini tempat kerja nggak terlalu rame, tapi alhamdulillah sales-nya masih oke. Ada obrolan soal kontrak juga—ternyata kontrakku dan beberapa teman lain bentar lagi habis. Yang lucu (atau aneh), gak ada yang speak up atau nanya-nanya. Aku gak terlalu khawatir, tapi mulai waspada. Kalau gak diperpanjang, ya artinya aku harus siap nyari tempat baru. Dunia gak berhenti, kan?

Setelah istirahat sore, kegiatanku lebih banyak bantuin hitung barang untuk inventory-an dan cek bahan. Jam setengah 8 malam baru selesai dan pulang. Alasannya? Loyalitas. Tapi bukan buat perusahaan—buat teman-teman yang kerja bareng. Kadang, tetap bertahan itu bukan soal tempatnya, tapi karena orang-orang di dalamnya.

Pulang, sempat nyari bensin eceran karena motor gak mau nyala, tapi gak ketemu. Akhirnya jalan kaki sambil nahan tawa kecil di tengah capek.

Sampai rumah, mandi, lanjut cuci topi, dan barulah menulis catatan ini. Topinya kutjemur, biar besok pagi siap dipakai lagi. Dan aku siap tidur—akhir dari 19 Juni ini.

Comments

Popular posts from this blog

🕯️ Lampu Malam | 23 Juni 2025

🕯 Lampu Malam | 18 Juni 2025

🕯 Lampu Malam | 21 Juni 2025